Pestisida Nabati, Konsep Pertanian Ramah Lingkungan

KONSEP pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian ramah lingkungan mengutamakan  tanaman maupun lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang relatif sederhana tanpa meninggalkan dampak yang negatif bagi lingkungan.

Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.

Adapun Tata Cara Pembuatan Pestisida Nabati adalah sebagai Berikut :

1.  Pestisida Nabati “Daun Pepaya (Carica papaya L)”

Daun Pepaya mengandung bahan aktif papain sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara pembuatannya:

  • 1 kg daun pepaya segar di rajang
  • Hasil rajangan direndam dalam 10 liter air ditambah 2 sendok makan minyak tanah, 30 grm detergen, dan di diamkan semalaman.
  • Saring larutan hasil perendaman dengan menggunakan kain halus
  • Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman

2.  Pestisida “Daun Nimba (Azadirachta indica A. Juss)”

Daun Nimba mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen, dan meliantrol. Efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll,

Cara pembuatan :

  • Tumbuk halus 200-300 gr biji nimba: rendam dengan 10 liter air semalam, aduk rata dan saring, siap disemprotkan ke tanaman.
  • Tumbuk halus 1 kg daun nimba kering bisa juga dengan daun segar rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata, saring, dan siap untuk di semprotkan ke tanaman.

3.  Pestisida Nabati “Daun Sirsak (Annona muricata L)“

Daun sirsak mengandung bahan aktif Annonain dan Resin efektif mengendalikan hama trip.

Cara Pembuatan :

  • Tumbuk halus 50-100 lembar daun sirsak
  • Rendam dalam 5 liter air+15 grm detergen,aduk rata dan diamkan semalaman
  • Saring dengan kain halus.
  • Di cairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10-15 liter air
  • Siap disemprotkan ke tanaman.

4. Pestisida Nabati “Srikaya (Annona squamosa)

Srikaya megandung annonain dan resin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara pembuatan :

  • Tumbuk hingga halus 15-25 gr biji srikaya
  • Rendam dalam 1 liter air,1 gr detergen, aduk rata dan dibiarkan 1 malam kemudian saring dan siap disemprotkan ke tanaman.

5. Pestisida “Tembakau (Nicotiana tabacum)

Daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin. Pestisida nabati daun tembakau efektif mengendalikan hama penghisap.

Cara pembuatan pestisida nabati daun tembakau adalah sebagai berikut :

  • Rajang 250 grm (empat genggam) daun tembakau dan rendam dalam 8 liter air selama semalam
  • Ambil daun tebakau dan tambahan 2 sendok teh detergen kedalam larutan hasil rendaman
  • Aduk larutan secara merata kemudian saring
  • Semprotkan larutan hasil penyaringan ke tanaman

6. Pestisida “Bawang Putih (Allium sativum)

Pestisida nabati bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama.

Cara pembuatan pestisida nabati bawang putih sebagai berikut:

  • Gerus /Parut 100 grm bawang putih campur dengan 0,5 liter air 10 grm detergen, dan 2 sendok teh minyak tanah.
  • Didiamkan selama 24 jam, kemudian saring dengan kain halus
  • Encerkan larutan hasil penyaringan hingga 20 kali volumenya dan semprotkan ke tanaman.

Unaya dan BPTP Aceh Ingin Kolaborasi Bidang IPTEK

Universitas Abulyatama (Unaya)  sebagai universitas swasta pertama dan terkemuka di Aceh, perlu terus berpacu berbenah diri untuk menjadi unviersitas yang unggul, islami dan berwawasan global dalam pengembangan Iptek dan seni budaya. Sehingga visi yang terbangun menjadi harapan dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh. “Untuk penjabaran visi harus diimplementasikan melalui misi dan berkolaborasi”, ungkap Wakil Rektor I, Usman, MSi saat sosialisasi visi misi Unaya dihadiri Ka. BPTP Balitbangtan-Aceh, Wakil rektor II,  Drs. Saifuddin, MPd, Wakil rektor III dr. Izziddin,  Dekan Fak. Pertanian Elvrida Rosa,  MP, alumni dan stakeholder di aula kampus Lampoh Keude,  Kota Baru Aceh Besar, pekan lalu.

Disebutkan pula,  disebut unggul karena semua program studi di lingkungan Unaya mampu dikembangkan sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi (Iptek) dan seni budaya yang dapat menunjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kinerja terukur dari lembaga dan sumberdaya manusia.  Sedangkan islami, dimaknai bahwa Unaya mendukung keberadaan daerah Aceh sebagai provinsi yang menerapkan nilai – nilai Islami. Lebih lanjut kata Wakil Rektor, Unaya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi bersifat terbuka dalam pembaharuan serta berdaya saing global baik secara langsung dan tidak langsung.

Penyebarluasan Informasi
Menurutnya, peningkatan karya ilmiah/ penelitian dosen dan mahasiswa telah dipublikasikan dalam jurnal internasional  terindeks Scopus (opened accsess) serta melakukan kerjasama/MoU internasional (Malaysia,  China, New Zealand), dan dalam waktu dekat  menjalin kerjasama dengan Swedia. “Selain itu,  Unaya juga pernah memiliki mahasiswa internasional dari Malaysia dan dari Philiphina”, jelasnya.
Sementara Ka. BPTP Balitbangtan-Aceh yang diwakili Kasi KSPP,  Abdul Azis memberikan respon yang sangat positif, karena sebagai lembaga riset dan perpanjangan tangan Balitbangtan di daerah, pihaknya telah melakukan berbagai  kegiatan pengkajian yang mendukung swasembada pangan. “Bahkan hasil kajian yang telah mendapatkan rekomendasi dapat digunakan untuk keberlanjutan pembangunan pertanian di daerah”, paparnya.

Kerjasama yang telah dibangun selama ini,  tidak hanya terbatas praktek kerja lapang dan penelitian  bagi mahasiswa saja.  Namun saat  kegiatan Penas lalu para dosen juga berpartisipasi mengikuti pelatihan Bioteknologi. Hal ini menunjukkan BPTP Balitbangtan Aceh dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam  penyebarluasan informasi.  Selain itu, MoU yang sudah ditandatangani dapat meningkatkan mutu kerjasama yang saling menguntungkan,  apalagi adanya kegiatan KP4S  kerjasama penelitian memberikan dampak yang sangat bermanfaat bagi pengguna.